Dosen Fakultas Syariah IAIN Pontianak Perkuat Kompetensi Pembelajaran di Perguruan Tinggi dengan mengikuti Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026 di UIN Walisongo Semarang

Dosen Fakultas Syariah IAIN Pontianak Perkuat Kompetensi Pembelajaran di Perguruan Tinggi dengan mengikuti Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026 di UIN Walisongo Semarang

(fasya.iainptk.ac.id) Tiga dosen dari Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak mengikuti Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) UIN Walisongo Semarang. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas akademik dan

profesionalisme dosen dalam menghadapi tantangan pembelajaran di perguruan tinggi yang semakin dinamis.
PKDP merupakan program nasional Kementerian Agama yang bertujuan meningkatkan kompetensi dosen pemula pada Perguruan Tinggi Keagamaan. Pada tahun 2026, Kementerian Agama menunjuk 20 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) PKDP di berbagai wilayah Indonesia. UIN Walisongo Semarang menjadi salah satu PTP yang dipercaya menyelenggarakan program tersebut dan telah berpengalaman melaksanakan PKDP secara berkelanjutan selama lima tahun terakhir.
Ketiga dosen tersebut adalah Zaid Al Amin, S.H.I., M.A., M.Ed, Noranisa, M.H., dan Abdul Hakim, M.HI. Mereka merupakan bagian dari 18 dosen IAIN Pontianak yang mengikuti PKDP 2026 dan tergabung dalam kelas C dan D yang dilaksanakan secara daring (online).
Keikutsertaan dosen IAIN Pontianak dalam program ini merupakan bagian dari upaya institusi untuk meningkatkan kompetensi akademik, pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian dosen guna mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang berkualitas. Melalui program ini, para dosen diharapkan mampu mengembangkan kapasitas diri, memperkuat keterampilan pembelajaran, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan kepada mahasiswa.
Program PKDP Tahun 2026 dilaksanakan melalui tiga tahapan kegiatan. Tahap pertama adalah In Service Course 1 (ISC 1) yang berlangsung selama tiga hari dan berisi berbagai materi penguatan kompetensi dosen. Tahap kedua adalah On the Job Course (OJC) selama enam hari, di mana peserta menerapkan hasil pelatihan dalam aktivitas pembelajaran dan pengembangan akademik di institusinya masing-masing. Selanjutnya, peserta mengikuti In Service Course 2 (ISC-2) yang berfokus pada evaluasi dan ujian sebagai bentuk penilaian akhir terhadap capaian pembelajaran peserta. Kegiatan PKDP di PTP UIN Walisongo Semarang berlangsung pada 8–23 Juni 2026 dan dilaksanakan secara hybrid melalui kombinasi pembelajaran daring dan luring. Pembukaan program dilaksanakan secara serentak dan resmi dibuka oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., menegaskan pentingnya posisi dosen dalam menentukan kualitas pendidikan tinggi. “Dosen merupakan aktor utama dalam menentukan mutu pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dosen harus terus dilakukan agar mampu menjawab tantangan zaman serta kebutuhan pembelajaran yang terus berkembang,” tegasnya.  
Selama mengikuti program, peserta memperoleh berbagai materi strategis yang mendukung pengembangan kapasitas dosen, mulai dari kebijakan PKDP Kementerian Agama, pengembangan karier dan jabatan fungsional dosen, perencanaan serta evaluasi pembelajaran, model, pendekatan, strategi dan metode pembelajaran, penulisan artikel ilmiah, moderasi beragama, hingga paradigma kesatuan ilmu. Materi tersebut disampaikan oleh para narasumber kompeten dan dirancang untuk memperkuat kemampuan dosen dalam melaksanakan tugas akademik secara profesional. Sebagaimana dijelaskan dalam dokumen penyelenggaraan PKDP, program ini juga mencakup penguatan kompetensi pembelajaran dan pengembangan akademik dosen. 
Salah satu narasumber, Prof. Dr. Fahrurrozi, M.Pd., dalam materi mengenai model, pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran, menekankan pentingnya penguasaan pedagogik dalam menciptakan pembelajaran yang efektif. “Dosen yang dibekali pemahaman mengenai strategi dan model pembelajaran akan lebih mampu menghadirkan pengalaman belajar yang efektif dan bermakna. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga merasa terlibat aktif dalam proses pembelajaran sehingga dapat memperoleh manfaat yang lebih optimal,” jelasnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, PTP UIN Walisongo Semarang memfasilitasi 144 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi keagamaan di wilayah Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara, menunjukkan tingginya antusiasme dosen pemula dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya melalui program nasional tersebut. Berbagai materi strategis diberikan dalam PKDP, antara lain kebijakan Kementerian Agama tentang PKDP, pengembangan karier dan jabatan fungsional dosen, penguatan kompetensi mengajar yang mencakup perencanaan pembelajaran, model, pendekatan dan strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, penulisan artikel ilmiah, moderasi beragama, serta paradigma kesatuan ilmu. Materi-materi tersebut dirancang untuk mendukung pengembangan profesionalisme dosen sekaligus menjawab tantangan pendidikan tinggi yang terus berkembang.
Bagi para peserta, PKDP menjadi pengalaman berharga yang membuka perspektif baru mengenai profesi dosen dan pengembangan kompetensi akademik.
Zaid Al Amin mengungkapkan bahwa mengikuti PKDP merupakan pengalaman yang sangat berkesan sekaligus memperkaya wawasan profesionalnya sebagai dosen.
“Bagi saya, mengikuti PKDP merupakan pengalaman yang luar biasa. Banyak hal baru yang saya peroleh, mulai dari pemahaman tentang pengembangan karier dosen, strategi pembelajaran yang lebih efektif, hingga berbagai materi yang benar-benar membuka wawasan. Selain itu, program ini juga memperluas jejaring akademik dan relasi dengan dosen dari berbagai daerah, sehingga memberikan ruang untuk saling belajar dan bertukar pengalaman,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Noranisa, yang menilai PKDP tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik, tetapi juga memperkuat kesiapan mental sebagai pendidik.
“PKDP bagi saya tidak hanya membekali ilmu untuk meningkatkan kompetensi, tetapi juga memperkuat mental dan rasa optimis untuk terus berkembang menjadi dosen yang profesional, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi terbaik dalam pembelajaran maupun pengembangan institusi. Program ini menumbuhkan semangat baru untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri,” tuturnya.
Sementara itu, Abdul Hakim, menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti PKDP memberikan manfaat besar bagi penguatan kompetensi dosen dalam menjalankan tugas akademik.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh membantu kami untuk memahami lebih mendalam peran dosen, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperkuat kesiapan dalam menjalankan tugas akademik secara profesional. Banyak perspektif baru yang saya peroleh dan sangat relevan untuk diimplementasikan dalam proses pendidikan di perguruan tinggi,” ujarnya.
Setelah menyelesaikan program PKDP, para peserta berharap ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh dapat diimplementasikan secara nyata dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Kompetensi yang diperoleh diharapkan mampu meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, memperkuat produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah, serta mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang lebih efektif. Melalui PKDP, para dosen juga berharap dapat terus mengembangkan profesionalisme akademik sebagai bekal dalam menjalankan karier dosen.
Melalui keikutsertaan dalam PKDP 2026, para dosen Fakultas Syariah IAIN Pontianak berharap dapat mengimplementasikan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Dengan penguatan kompetensi tersebut, diharapkan mutu pendidikan di lingkungan Fakultas Syariah IAIN Pontianak semakin meningkat dan mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi pengembangan akademik mahasiswa.
Editor; Ardiansyah