“PKKHP IAIN Pontianak: Empat Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Pontianak Memulai Semester Dengan Magang di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pontianak”

“PKKHP IAIN Pontianak: Empat Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Pontianak Memulai Semester Dengan Magang di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pontianak”

(fasya.iainptk.ac.id) Pontianak — Dunia pendidikan hukum kembali menunjukkan perannya dalam memperkuat akses keadilan masyarakat. Empat mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Pontianak dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah resmi ditempatkan di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pontianak dalam rangka Program Praktik Kerja Kemahiran Hukum dan Peradilan (PKKHP) selama satu semester penuh. Penempatan ini menandai langkah besar bagi generasi muda hukum yang siap turun langsung ke medan advokasi nyata.

Keempat mahasiswa tersebut Ferdy Hasan Haswin, Rachel Azzahra, Ulfi Eka Maulani, dan Ferry Harry Haswin dipercayakan untuk menjalani proses magang profesional yang mempertemukan mereka dengan berbagai persoalan hukum masyarakat, mulai dari kasus kolektif hingga advokasi publik. Dengan semangat akademik dan idealisme keadilan, mereka diharapkan mampu memperkuat peran LBH dalam membela hak-hak rakyat kecil di Kalimantan Barat.

Dosen pamong dari IAIN Pontianak, Tina Zulfa Suryani, M.Pd.I., menyampaikan bahwa PKKHP adalah program unggulan fakultas yang dirancang untuk membentuk mahasiswa menjadi praktisi hukum yang tidak hanya memahami teks, tetapi juga konteks. “Inilah tahap penting ketika teori bertemu realitas. Mahasiswa harus melihat langsung bagaimana hukum bekerja di lapangan, bagaimana masyarakat memperjuangkan keadilan, dan bagaimana seorang ahli hukum seharusnya berdiri untuk mereka,” ujarnya.

Sementara itu, dari pihak LBH Pontianak, dosen pamong pembimbing lapangan Abdul Azis, S.H., menyambut hangat kehadiran para mahasiswa tersebut. Ia menegaskan bahwa LBH tidak hanya menjadi tempat magang, tetapi arena pembentukan karakter, di mana ketelitian hukum, empati sosial, dan keberanian moral ditempa melalui kasus-kasus riil. “LBH adalah ruang belajar sekaligus ruang pengabdian. Mereka akan melihat bukan hanya hukum, tetapi juga nasib manusia di balik setiap berkas kasus,” katanya.

Program PKKHP ini diharapkan mampu membuka cakrawala baru bagi mahasiswa, memberikan pengalaman profesional yang kuat, serta mengasah kemahiran dalam pendampingan hukum, litigasi, dan dokumentasi kasus. Dalam satu semester ke depan, mereka akan terjun langsung mendampingi masyarakat, menghadiri sidang, menyusun dokumen hukum, hingga terlibat dalam diskusi strategis advokasi.

Penempatan ini menjadi bukti nyata komitmen IAIN Pontianak dalam                                          mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga matang secara etika dan profesional. Momen ini juga menjadi penegasan bahwa perguruan tinggi berperan penting dalam memperkuat sistem bantuan hukum nasional melalui kolaborasi dengan lembaga advokasi.

Dengan doa dan dukungan penuh civitas akademika, empat mahasiswa tersebut kini resmi memulai semester pengabdian. Langkah mereka dari kampus menuju LBH Pontianak bukan sekadar perjalanan magang, tetapi jejak penting menuju terbentuknya generasi baru ahli hukum yang berdiri untuk keadilan dan kemanusiaan.
Editor: ardiansera